Lokon

Mahasiswa Galang Sumbangan bagi Korban

Kompas.com - 22/07/2011, 17:10 WIB

LUWUK, KOMPAS.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesai (GMKI) Luwuk di Sulawesi Tengah, Jumat (22/7/2011), menggelar aksi penggalangan dana untuk korban letusan Gunung Lokon di Sulawesi Utara.

Mereka turun ke jalan-jalan di ibu kota Kabupaten Banggai itu dengan meminta sumbangan kepada pengendara bermotor dan pejalan kaki.

"Ini bentuk solidaristas untuk korban Gunung Lokon. Kami berharap dapat mengumpulkan banyak dana untuk membantu warga pengungsi," kata koordinator pengumpulan dana GMKI Cabang Luwuk Roli Malale di Bundaran Adipura Luwuk.

Para mahasiswa ini juga turun di Pasar Simpong dan pusat pertokoan Sudirman dalam kota Luwuk untuk mengumpulkan dana kemanusiaan. Banyak pedagang setempat secara spontan memberikan sumbangan.

Sejumlah pengendara dan pejalan kaki yang melintas juga memberikan uang dalam berbagai pecahan untuk korban letusan Gunung Lokon. "Kami berharap solidaritas warga Luwuk dapat membantu meringankan beban warga Tomohon setelah mereka mengungsi," kata Roli.

Menurut dia, aksi tersebut akan mereka lakukan hingga sepekan ke depan agar dapat mengumpulkan dana yang lebih besar. Hingga Jumat sore para mahasiswa itu berhasil mengumpulkan dana Rp 9,75 juta sejak mereka menggelar aksi solidaritas tersebut.

Roli juga mengatakan, pihaknya tidak menerima sumbangan dalam bentuk barang agar mudah didistribusikan kepada warga korban letusan Gunung Lokon.

"Diprioritaskan dalam bentuk dana tunai agar lebih mudah kami salurkan. Dalam bentuk barang atau obat-obatan bisa disalurkan lewat PMI atau pemerintah daerah," katanya.

Menurut Roli, uang sumbangan yang mereka kumpulkan itu nantinya disalurkan melalui perwakilan GMKI di Tomohon. "Kami masih fokus pengumpulan dana dan perwakilan kami di Tomohon yang menyalukan kepada pengungsi," katanya.

Roli, yang mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk itu, meminta pemerintah agar menangani pengungsi korban letusan Gunung Lokon dengan baik.

"Pengungsi harus mendapatkan hak-haknya agar beban sebagai korban bencana alam tidak bertambah berat," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau